Kamis, 04 Agustus 2016

Lentera Cinta yang Redup



oleh: Muhammad Faid.

           Di sebuah malam, dengan semilir angin yang menusuk kalbu, bintang-bintang berjajar terpadu, dan rembulan malam menatap sendu, pada seorang pemuda yang hilang asa. Diapun memandang langit dengan tatapan yang jauh, tinggi keatas cakrawala sana, terbang bagai Garuda, melayang-layang angan-angan yang dia rasa, menembus tabir diantara harapan lalu sirna.
            " eh, Adi, kenapa kamu melamun? " sergah seseorang membuyarkan lamunannya.
            " eh, kamu Za, tidak kok... aku tidak melamun. " elak pemuda yang ternyata bernama Adi itu pada Reza, temannya.
            " sudahlah, Di. Kamu jangan menyembunyikan kesedihanmu itu. Aku tahu kamu masih sedih karena kehilangan Kirana, kan? Ikhlaskan saja kepergiannya, mungkin suatu saat nanti kamu akan menemukan perempuan yang lebih baik dari Kirana. " kata Reza, Mencoba menasehati Adi yang sedang dilanda gundah gulana.
            " aku hanya merasa malu pada diriku sendiri, karena aku tidak mampu menjaga amanah... " lirihnya mengenang kisah cintanya yang berakhir tragis.
            " amanah apa sih, Di? Aku tidak mengerti ... !? " tanya reza sambil mengernyitkan  alis tanda tidak mengerti apa yang dikatakan Adi.
            " cinta itu amanah, Za. Dan aku telah gagal menjaga amanah itu. " katanya sambil menatap wajah Reza dengan mata yang berkaca-kaca.
Reza diam seribu bahasa mendengar penuturan Adi. Sebagai sahabat, Reza pun mengerti akan perasaan yang sedang berkecamuk dalam hati sahabatnya itu. Dia tahu jika Adi sangat terpukul karena kehilangan kekasih yang sangat dicintainya, Kirana. Keduanya pun terdiam diantara kesunyian malam dan hembusan angin yang hilir mudik menusuk kulit.
" ya sudahlah, Di. Mungkin tuhan memang tidak menakdirkan kamu dan Kirana bersama selamanya. Dan yang penting sekarang, adalah bagaimana caranya supaya kamu bisa "move on" dari Kirana. " ungkap Reza memecahkan kesunyian. Sedang Adi hanya terdiam, menerawang jauh tak menghiraukan perkataan Reza.
" lebih baik kita pulang karena malam sudah larut. Kamu harus tetap semangat!! Karena bagaimanapun juga, hidupmu harus terus berlanjut tanpa Kirana. " imbuh Reza memberikan semangat.
" baiklah, aku akan mencoba. Mari kita pulang! " pungkas Adi.
Dan mereka pun beranjak dari tempat itu menuju rumah masing-masing dengan menunggangi sepeda motor mereka menyusuri gelapnya malam.
***

Pagi begitu cerah, semakin indah dengan diwarnai kicauan-kicauan burung kutilang diatas pohon cemara. Namun, tidak bagi Adi. Dia hanya termenung meratapi cintanya yang kandas di tengah jalan. Tampaknya, Adi masih sangat terpukul atas kejadian yang menimpa Kirana. Kembali ingatannya menerawang, betapa indahnya masa-masa berdua dengan Kirana. Dia masih ingat betul bagaimana ia pertama mengenal Kirana, kekasihnya.
***

Suatu pagi itu, dia sedang lari pagi di sekitar komplek rumahnya yang letaknya tak jauh dari Pasar Tanah Merah, Bangkalan.
" hm... Pagi yang sejuk nan indah. " gumamnya dalam hati. Dan memang, cuaca pagi ini sedang sejuk karena tadi malam turun hujan. Sambil memandang kiri dan kanan dia berlari memutari kompek dan tanpa ia sadari,  ketika ia hendak menyeberangi perempatan, dari arah samping melaju sebuah sepeda motor Vario Techno dengan kencangnya. Sepertinya pengemudi sepeda motor itu sedang terburu-buru. Dan ketika ia menyeberang muncul sepeda motor tersebut. Karena Adi yang menyeberang secara tiba-tiba, pengendara sepeda motor tersebut mengerem seketika. Namun, karena sepeda motor itu sedang dalam kecepatan tinggi, maka tabrakan pun tak terelakkan, tetapi tidak terlalu kencang. Adi yang terpelanting ke pinggir jalan pun langsung bangkit dan hendak memarahi si pengendara ugal-ugalan tersebut.
" hey ... kalau naik motor liat-liat-..." katanya terhenti ketika pengendara itu membuka helmnya. Dan tak disangka-sangka bahwa pengendara itu adalah seorang wanita cantik nan rupawan dengan jilbab oranye membalut kepalanya.
" maaf, mas. Lagi buru-buru. Soalnya saya harus menjemput ibu saya ke pasar ..! " kata gadis itu dengan wajah memelas.
Sejenak, Adi memandang wajah gadis itu yang cantik nan rupawan.
" mas ... mas ... " sergah gadis itu membuyarkan lamunan Adi.
" eh, iya mbak ... tidak apa-apa kok. Cuma lecet sedikit. " kata Adi yang baru tersadar dari lamunannya.
" sekali lagi maaf ya mas ... permisi. " gadis itu langsung menstarter motornya dan langsung melaju dengan kencangnya.
" eh... eh... eh... mbak... tunggu!! " kata Adi mencoba menghentikannya.
Namun gadis itu tak mendengar panggilan itu dan terus melaju hingga hilang dari pandangan matanya dalam sekejap.
" siapa ya...? kok aku baru lihat... cantik banget lagi... " gumam Adi dalam hatinya.
Setelah kejadian itu, tak henti-hentinya Adi membayangkan wajah gadis itu. Begitu cantik dan mempesona bagai bulan purnama yang meyinari malam dikala gelap gulita.
Karena rasa lelah yang mulai menguasai tubuhnya, Adi pun memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Sesampainya adi di rumahnya, Adi langsung bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sesudah ia mandi, ia dipanggil ayahnya.
" Di... Adi..., sudah mandi? " panggil ayahnya.
" iya... ada apa yah? " jawab Adi singkat.
" nanti kamu jaga toko ya...! ayah lagi ada urusan. " pinta Ayahnya sambil menghidupkan mesin mobil Feroza warna hitam metalic.
" iya, deh... " ungkap Adi, meskipun ada rasa jengkel dihatinya.
Setelah itu, ayahnya langsung menancap gas mobilnya karena merasa lega sebab putra semata wayangnya telah menjaga tokonya.
Atas perintah ayahnya, Adi pun menuju toko ayahnya yang berada persis di depan rumahnya. Sesampainya ia disana, lalu dia duduk menunggu pelanggan. Selang beberapa menit, ada seseorang yang hendak berbelanja.
" mas, ada shampo 'COC'-nya mas...? " tanya seorang gadis pada Adi. Seketika itu, Adi pun menoleh ke arah gadis itu, dan alangkah terkejutnya Adi, saat mengetahui kalau gadis itu adalah pengendara yang menabraknya tadi pagi.
" kamuu...! " sergah keduanya secara bersamaan karena terkejut dengan perjumpaan yang kedua kalinya.
" kamu, kamu kan yang menabrakku tadi pagi, kan?! " sergah Adi dengan wajah penasaran.
" iya, mas... maaf ya, karena langsung meninggalkan mas... soalnya saya lagi buru-buru mas! " kata gadis itu meminta maaf dengan wajah memelas.
" oh.. tidak apa-apa kok, mbak. Lagian saya tidak luka sama sekali cuma lecet aja. oh iya, mbak orang baru disini ya? Sebelum ini saya tidak pernah melihat mbak. " tanya Adi penasaran.
" iya, mas. Saya orang baru di desa ini. " gadis itu mencoba menjelaskan.
" Ooohh... kita sebelumnya belum kenalan ya? Kenalin namaku Bayu Adistira, biasa dipanggil Adi. " Adi memperkenalkan diri disertai cengir kuda.
" Oohh.. nama saya Khofifah Indah Pertiwi . " ucap gadis itu sambil malu-malu kucing.
" wooww... serasi sama orangnya... biasanya dipanggil siapa mbak? " puji Adi
" makasiih... biasanya dipanggil Ifa. " ucap gadis yang ternyata bernama Ifa itu sambil menyunggingkan senyum manisnya.
" ohh.. iya, sampe lupa... mau beli apa tadi?? "
" shampoo 'COC' ...!! "
***

Jam dinding telah menunjukkan waktu 08:00. Adi pun mengganti bajunya dengan seragam sekolah dan langsung menancap gas sepeda motornya. R-15 pun menderu bagaikan singa yang memburu mangsa. Selang beberapa menit, Adi sudah berada di dalam kelas. Bel pun berbunyi, menandakan semua siswa harus segera masuk ke kelas masing-masing.
Bu guru pun masuk bersama seorang siswi baru. Dan betapa terkejutnya Adi melihat gadis itu adalah Ifa yang berkenalan dengannya tadi pagi.
" baik anak-anak... pagi ini ibu akan memperkenalkan teman baru kalian. Silahkan Ifa... "
" selamat pagi!! Nama saya Khofifah Indah Pertiwi. Kalian bisa panggil saya Ifa. Saya pindahan dari SMAN 03 Jakarta. Semoga teman-teman di kelas XI-A ini bisa menerima kehadiran saya. " kata Ifa sambil memperkenalkan dirinya.
Sejak itulah Adi dan Ifa semakin dekat dan akrab karena mereka sama-sama berada di kelas XI-A di M.A. Nurul Cholil.
Jam pun berganti menjadi hari, hari pun berganti menjadi minggu, Adi pun mulai merasakan cinta pada Ifa. Dan Adi memutuskan untuk segera mengungkapkan rasa cintanya kepada Ifa.
Pada suatu malam, Adi pun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada Ifa. Dia pun mengajak Ifa bertemu didekat persawahan yang tidak jauh dari rumah mereka berdua.
" Ifa... ada sesuatu yang ingin aku utarakan ke kamu... " kata Adi mulai mengutarakan maksudnya.
" apa, Di? ... " ucap Ifa tampak kebingungan.
" ini tentang perasaanku ke kamu, aku sudah lama memendam perasaan ini. Dan sekarang aku sudah tidak mampu memendam perasaan ini yang semakin hari semakin bergelora. Rembulan diatas sana akan menjadi saksi, bahwa cintamu telah merubah hidupku. Aku mencintaimu, Ifa. " ungkap Adi seraya berjongkok dihadapan Ifa sambil mencium tangannya.
" aku tidak bisa, Adi. " balas Ifa seraya melepas tangannya.
" kenapa?? " Adi tampak kebingungan.
" karena aku tidak bisa menolak cintamu. " sambil senyum-senyum. Lalu sejak saat itulah, Adi dan Ifa resmi menjadi sepasang kekasih.

***

Namun kisah cinta mereka ternya berakhir tragis. Ternyata Ifa mempunyai kanker yang stadium V. Padahal dia tidak pernah menceritakannya pada Adi.
Keesokan harinya, Adi dibangunkan oleh suara handphone-nya yang berdering,. Setelah diangkat, ternyata Reza.
" halloo... Adi...?!! Ifa, Di....!! "
" iya... ada apa dengan Ifa??! " Adi terkejut.
" I... I-Ifa ada di rumah sakit. " jawabnya panik.
Dan Adi pun langsung mematikan telfonnya dan langsung bergegas ke rumah sakit. Dan ketika ia sampai di rumah sakit,  dia disambut Reza dan langsung menuju Ifa. Tubuhnya lemas tak berdaya ketika ia melihat Ifa sudah tak bernyawa lagi, meninggalkan puing-puing cinta yang telah mereka bina.
Hati Adi pun hacur berkeping-keping. Baru saja ia rasakan indahnya cinta, kini ia harus merasakan pahitnya.
            "   Mengapa terjadi.. kepada dirimu..
   Aku tak percaya.. kau telah tiada..
Haruskah ku pergi.. tinggalkan dunia..
Agar aku dapat berjumpa denganmu...    "
            Mengingat kejadian itu, adipun tak kuasa meneteskan air matanya. Dan berdoa...
            " Tuhan, berikanlah Ifa kekasihku, tempat yang indah di alam sana... tolong jaga dia, Tuhan.. karna aku mencintainya. "
            Kisah cinta tak selalu berakhir bahagia. Kadang kisah cinta itu berakhir kehilangan seperti yang Adi rasakan. Tamat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar