oleh: Muhammad Faid.
Di sebuah malam, dengan semilir angin yang
menusuk kalbu, bintang-bintang berjajar terpadu, dan rembulan malam menatap
sendu, pada seorang pemuda yang hilang asa. Diapun memandang langit dengan
tatapan yang jauh, tinggi keatas cakrawala sana, terbang bagai Garuda,
melayang-layang angan-angan yang dia rasa, menembus tabir diantara harapan lalu
sirna.
"
eh, Adi, kenapa kamu melamun? " sergah seseorang membuyarkan lamunannya.
"
eh, kamu Za, tidak kok... aku tidak melamun. " elak pemuda yang ternyata
bernama Adi itu pada Reza, temannya.
"
sudahlah, Di. Kamu jangan menyembunyikan kesedihanmu itu. Aku tahu kamu masih
sedih karena kehilangan Kirana, kan? Ikhlaskan saja kepergiannya, mungkin suatu
saat nanti kamu akan menemukan perempuan yang lebih baik dari Kirana. "
kata Reza, Mencoba menasehati Adi yang sedang dilanda gundah gulana.
"
aku hanya merasa malu pada diriku sendiri, karena aku tidak mampu menjaga
amanah... " lirihnya mengenang kisah cintanya yang berakhir tragis.
"
amanah apa sih, Di? Aku tidak mengerti ... !? " tanya reza sambil
mengernyitkan alis tanda tidak mengerti
apa yang dikatakan Adi.
"
cinta itu amanah, Za. Dan aku telah gagal menjaga amanah itu. " katanya
sambil menatap wajah Reza dengan mata yang berkaca-kaca.
Reza diam
seribu bahasa mendengar penuturan Adi. Sebagai sahabat, Reza pun mengerti akan
perasaan yang sedang berkecamuk dalam hati sahabatnya itu. Dia tahu jika Adi
sangat terpukul karena kehilangan kekasih yang sangat dicintainya, Kirana.
Keduanya pun terdiam diantara kesunyian malam dan hembusan angin yang hilir
mudik menusuk kulit.
" ya
sudahlah, Di. Mungkin tuhan memang tidak menakdirkan kamu dan Kirana bersama
selamanya. Dan yang penting sekarang, adalah bagaimana caranya supaya kamu bisa
"move on" dari Kirana. " ungkap Reza memecahkan
kesunyian. Sedang Adi hanya terdiam, menerawang jauh tak menghiraukan perkataan
Reza.
" lebih
baik kita pulang karena malam sudah larut. Kamu harus tetap semangat!! Karena
bagaimanapun juga, hidupmu harus terus berlanjut tanpa Kirana. " imbuh
Reza memberikan semangat.
"
baiklah, aku akan mencoba. Mari kita pulang! " pungkas Adi.
Dan mereka
pun beranjak dari tempat itu menuju rumah masing-masing dengan menunggangi
sepeda motor mereka menyusuri gelapnya malam.
***
Pagi begitu
cerah, semakin indah dengan diwarnai kicauan-kicauan burung kutilang diatas
pohon cemara. Namun, tidak bagi Adi. Dia hanya termenung meratapi cintanya yang
kandas di tengah jalan. Tampaknya, Adi masih sangat terpukul atas kejadian yang
menimpa Kirana. Kembali ingatannya menerawang, betapa indahnya masa-masa berdua
dengan Kirana. Dia masih ingat betul bagaimana ia pertama mengenal Kirana,
kekasihnya.
***
Suatu pagi
itu, dia sedang lari pagi di sekitar komplek rumahnya yang letaknya tak jauh
dari Pasar Tanah Merah, Bangkalan.
" hm...
Pagi yang sejuk nan indah. " gumamnya dalam hati. Dan memang, cuaca pagi
ini sedang sejuk karena tadi malam turun hujan. Sambil memandang kiri dan kanan
dia berlari memutari kompek dan tanpa ia sadari, ketika ia hendak menyeberangi perempatan,
dari arah samping melaju sebuah sepeda motor Vario Techno dengan kencangnya.
Sepertinya pengemudi sepeda motor itu sedang terburu-buru. Dan ketika ia
menyeberang muncul sepeda motor tersebut. Karena Adi yang menyeberang secara
tiba-tiba, pengendara sepeda motor tersebut mengerem seketika. Namun, karena
sepeda motor itu sedang dalam kecepatan tinggi, maka tabrakan pun tak
terelakkan, tetapi tidak terlalu kencang. Adi yang terpelanting ke pinggir
jalan pun langsung bangkit dan hendak memarahi si pengendara ugal-ugalan
tersebut.
" hey
... kalau naik motor liat-liat-..." katanya terhenti ketika pengendara itu
membuka helmnya. Dan tak disangka-sangka bahwa pengendara itu adalah seorang
wanita cantik nan rupawan dengan jilbab oranye membalut kepalanya.
" maaf,
mas. Lagi buru-buru. Soalnya saya harus menjemput ibu saya ke pasar ..! "
kata gadis itu dengan wajah memelas.
Sejenak, Adi
memandang wajah gadis itu yang cantik nan rupawan.
" mas
... mas ... " sergah gadis itu membuyarkan lamunan Adi.
" eh,
iya mbak ... tidak apa-apa kok. Cuma lecet sedikit. " kata Adi yang baru
tersadar dari lamunannya.
"
sekali lagi maaf ya mas ... permisi. " gadis itu langsung menstarter
motornya dan langsung melaju dengan kencangnya.
" eh...
eh... eh... mbak... tunggu!! " kata Adi mencoba menghentikannya.
Namun gadis
itu tak mendengar panggilan itu dan terus melaju hingga hilang dari pandangan
matanya dalam sekejap.
" siapa
ya...? kok aku baru lihat... cantik banget lagi... " gumam Adi dalam
hatinya.
Setelah
kejadian itu, tak henti-hentinya Adi membayangkan wajah gadis itu. Begitu
cantik dan mempesona bagai bulan purnama yang meyinari malam dikala gelap
gulita.
Karena rasa
lelah yang mulai menguasai tubuhnya, Adi pun memutuskan untuk pulang ke
rumahnya. Sesampainya adi di rumahnya, Adi langsung bergegas menuju ke kamar
mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sesudah ia mandi, ia dipanggil ayahnya.
" Di...
Adi..., sudah mandi? " panggil ayahnya.
"
iya... ada apa yah? " jawab Adi singkat.
" nanti
kamu jaga toko ya...! ayah lagi ada urusan. " pinta Ayahnya sambil
menghidupkan mesin mobil Feroza warna hitam metalic.
" iya,
deh... " ungkap Adi, meskipun ada rasa jengkel dihatinya.
Setelah itu,
ayahnya langsung menancap gas mobilnya karena merasa lega sebab putra semata
wayangnya telah menjaga tokonya.
Atas
perintah ayahnya, Adi pun menuju toko ayahnya yang berada persis di depan
rumahnya. Sesampainya ia disana, lalu dia duduk menunggu pelanggan. Selang
beberapa menit, ada seseorang yang hendak berbelanja.
" mas,
ada shampo 'COC'-nya mas...? " tanya seorang gadis pada Adi. Seketika itu,
Adi pun menoleh ke arah gadis itu, dan alangkah terkejutnya Adi, saat
mengetahui kalau gadis itu adalah pengendara yang menabraknya tadi pagi.
"
kamuu...! " sergah keduanya secara bersamaan karena terkejut dengan
perjumpaan yang kedua kalinya.
" kamu,
kamu kan yang menabrakku tadi pagi, kan?! " sergah Adi dengan wajah
penasaran.
" iya,
mas... maaf ya, karena langsung meninggalkan mas... soalnya saya lagi buru-buru
mas! " kata gadis itu meminta maaf dengan wajah memelas.
" oh..
tidak apa-apa kok, mbak. Lagian saya tidak luka sama sekali cuma lecet aja. oh
iya, mbak orang baru disini ya? Sebelum ini saya tidak pernah melihat mbak.
" tanya Adi penasaran.
" iya,
mas. Saya orang baru di desa ini. " gadis itu mencoba menjelaskan.
"
Ooohh... kita sebelumnya belum kenalan ya? Kenalin namaku Bayu Adistira, biasa
dipanggil Adi. " Adi memperkenalkan diri disertai cengir kuda.
"
Oohh.. nama saya Khofifah Indah Pertiwi . " ucap gadis itu sambil
malu-malu kucing.
"
wooww... serasi sama orangnya... biasanya dipanggil siapa mbak? " puji Adi
"
makasiih... biasanya dipanggil Ifa. " ucap gadis yang ternyata bernama Ifa
itu sambil menyunggingkan senyum manisnya.
" ohh..
iya, sampe lupa... mau beli apa tadi?? "
"
shampoo 'COC' ...!! "
***
Jam dinding
telah menunjukkan waktu 08:00. Adi pun mengganti bajunya dengan seragam sekolah
dan langsung menancap gas sepeda motornya. R-15 pun menderu bagaikan singa yang
memburu mangsa. Selang beberapa menit, Adi sudah berada di dalam kelas. Bel pun
berbunyi, menandakan semua siswa harus segera masuk ke kelas masing-masing.
Bu guru pun
masuk bersama seorang siswi baru. Dan betapa terkejutnya Adi melihat gadis itu
adalah Ifa yang berkenalan dengannya tadi pagi.
" baik
anak-anak... pagi ini ibu akan memperkenalkan teman baru kalian. Silahkan
Ifa... "
"
selamat pagi!! Nama saya Khofifah Indah Pertiwi. Kalian bisa panggil saya Ifa.
Saya pindahan dari SMAN 03 Jakarta. Semoga teman-teman di kelas XI-A ini bisa
menerima kehadiran saya. " kata Ifa sambil memperkenalkan dirinya.
Sejak itulah
Adi dan Ifa semakin dekat dan akrab karena mereka sama-sama berada di kelas
XI-A di M.A. Nurul Cholil.
Jam pun
berganti menjadi hari, hari pun berganti menjadi minggu, Adi pun mulai
merasakan cinta pada Ifa. Dan Adi memutuskan untuk segera mengungkapkan rasa
cintanya kepada Ifa.
Pada suatu
malam, Adi pun memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaan cintanya pada
Ifa. Dia pun mengajak Ifa bertemu didekat persawahan yang tidak jauh dari rumah
mereka berdua.
"
Ifa... ada sesuatu yang ingin aku utarakan ke kamu... " kata Adi mulai
mengutarakan maksudnya.
" apa,
Di? ... " ucap Ifa tampak kebingungan.
" ini
tentang perasaanku ke kamu, aku sudah lama memendam perasaan ini. Dan sekarang
aku sudah tidak mampu memendam perasaan ini yang semakin hari semakin
bergelora. Rembulan diatas sana akan menjadi saksi, bahwa cintamu telah merubah
hidupku. Aku mencintaimu, Ifa. " ungkap Adi seraya berjongkok dihadapan
Ifa sambil mencium tangannya.
" aku
tidak bisa, Adi. " balas Ifa seraya melepas tangannya.
"
kenapa?? " Adi tampak kebingungan.
"
karena aku tidak bisa menolak cintamu. " sambil senyum-senyum. Lalu sejak
saat itulah, Adi dan Ifa resmi menjadi sepasang kekasih.
***
Namun kisah
cinta mereka ternya berakhir tragis. Ternyata Ifa mempunyai kanker yang stadium
V. Padahal dia tidak pernah menceritakannya pada Adi.
Keesokan
harinya, Adi dibangunkan oleh suara handphone-nya yang berdering,. Setelah
diangkat, ternyata Reza.
"
halloo... Adi...?!! Ifa, Di....!! "
"
iya... ada apa dengan Ifa??! " Adi terkejut.
" I...
I-Ifa ada di rumah sakit. " jawabnya panik.
Dan Adi pun
langsung mematikan telfonnya dan langsung bergegas ke rumah sakit. Dan ketika
ia sampai di rumah sakit, dia disambut
Reza dan langsung menuju Ifa. Tubuhnya lemas tak berdaya ketika ia melihat Ifa
sudah tak bernyawa lagi, meninggalkan puing-puing cinta yang telah mereka bina.
Hati Adi pun
hacur berkeping-keping. Baru saja ia rasakan indahnya cinta, kini ia harus
merasakan pahitnya.
" Mengapa terjadi.. kepada dirimu..
Aku tak percaya.. kau telah
tiada..
Haruskah ku pergi.. tinggalkan dunia..
Agar aku dapat berjumpa denganmu...
"
Mengingat
kejadian itu, adipun tak kuasa meneteskan air matanya. Dan berdoa...
"
Tuhan, berikanlah Ifa kekasihku, tempat yang indah di alam sana... tolong jaga
dia, Tuhan.. karna aku mencintainya. "
Kisah
cinta tak selalu berakhir bahagia. Kadang kisah cinta itu berakhir kehilangan
seperti yang Adi rasakan. Tamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar